Bisnis Online : Bisnis Butuh Stagnant, Perjuangan dan Sabar - :: NEON :: | Belajar Bisnis Online | Web Programming

Latest

neon[dot]web[dot]id

Belajar, Mencoba dan Menulis.

Minggu, 07 Januari 2018

Bisnis Online : Bisnis Butuh Stagnant, Perjuangan dan Sabar

apa itu bisnis online, bagaimana cara bisnis online, belajar bisnis online, bisnis online, bisnis online adalah, bisnis online anak muda, bisnis online anak sma, bisnis online bagi pemula, bisnis online baru, bisnis online cara, bisnis online dengan hp, bisnis online di indonesia, bisnis online di rumah, bisnis online google, bisnis online gratis, bisnis online grosir, bisnis online halal, bisnis online islami, bisnis online itu apa, bisnis online jasa, bisnis online jualan

Bisnis Online, merupakan dua kata yang cukup dekat dengan keseharian kita.. apalagi yang hobi sosialita pasti pernah kenal sama Gan, Sis, dan Kakak-kakak hehehe. Meski begitu, bisnis online tak pernah basi untuk dibahas, dari segala aspek dari bagaimana memulainya sampai ke pertanyaaan "Bisnis apalagi ya yang bisa dionlinekan ?"

Dan dari itu semua ada satu tema yang paling heemm banget buat dibahas dari sore sampe subuh, yaitu Strategi dan Tools. Tapi perlu diketahui diartikel ini aku ndak bahas masalah strategi atau tools yang muluk-muluk cause you know lah im a newbie..

Jadi aku akan cerita saja tentang sedikit pengalamanku dalam melakukan bisnis online.
Tapi sebelum itu ada tiga Warning yang perlu aku sampaikan.


  1. Bisnis Online itu butuh perjuangan seperti yang pernah aku tuliskan di Jadi Bisnis Pemula
  2. ‎Pengalamanku tidak menjamin kesuksesan siapapun. Sebab Rejeki sudah ada yang atur.. jadi Hasil bergantung seberapa serius kalian menekuninya.
  3. Artikel ini tidak 100% benar apa adanya seperti dilapangan tapi sedikir saduran biar tidak terlalu tegang... tapi aku jamin, pesan yang ingin aku sampaikan tidak dikurangi sedikitpun.


Baik, sebelum dimulai ada sekilas informasi tentang aku, agar kalian mengenalku hehehe.
Aku adalah seorang mahasiswa angkatan 2010 yang saat artikel ini dipublish aku masih berstatus mahasiswa S1 disebuah universitas besar di Indonesia.
Wah dimana itu ??
Hemm oke aku kasih sedikit bocoran nama Kampusnya ndak enak soalnya..

Dia terkenal, Kurang dari 5 huruf, singkatan dan di awali Huruf U. Cukup..

Lanjut.

Aku asli dari Magetan, Ayah-Ibupun asli kelahiran Magetan Jawa Timur. Singkat Cerita selama kuliah aku punya kesibukan kecil-kecilan sebagai tukang bikin Webiste mulai dari blog pribadi hingga Instansi perusahan.

Wah Programmer dong?

No... I Can Program, But I'm Not Programmer.

Sebab tujuan utama dari kesibukan itu adalah untuk mengumpulkan modal untuk memulai sebuah usaha. Ya dan tak butuh waktu lama modalpun terkumpul, persiapan membangun bisnispun dimulai.

P4 Marketing dan Ilmu Bisnis Belum Sempurna

Diawal bisnis dimulai disitupula kesalahan fatal terjadi. Oke. Secara teori sebelum memulai bisnis harus tau 4P, kalian tau apa itu 4P?
4P Marketing adalah singkatan dari Product, Place, Price and Promotion. yang merupakan dasar bagaimana kita memulai Marketing dan Promosi. Dari Itupun kita bisa memulai mau bisnis apapun.. jelas? mudahkan. simplenya bisa kita terjemahkan seperti ini

Produk apa yang akan dijual?
Dimana Jualnya?
Harganya Berapa?
Kapan/Berapa lama/bagaimana/kepada siapa Promosi itu dilakukan?

Teori yang lain adalah managemen keuangan.. dimana aku harus betul-betul-betul memperhatikan sirkulasi keuangan tapi

Aku gagal diitu semua...
Produk yang dijual tidak sesuai tempat, harga dan promosi pun tak membuahkan hasil.
Modal yang sengaja aku kumpulkan selama itu seakan lenyap begitu saja..
tak usah aku sebutkan berapa nominalnya pasti sudah kebayang berapa modal untuk sebuah usaha per-kaos-an..

Belakangan aku sadari bahwa Ternyata Ilmu tentang bisnis yang aku dapatkan belum sempurna, Sehingga ketika aku action, aku mendapat berbagai dilema besar,

  • Respon pada masalah yang selalu lambat, desain ini oke tidak? 
  • Model ini masuk tidak ? 
  • Sudah bingung beli ini itu tapi perlu tidaknya g tau? 
  • Sudah urgent atau belum? dan 
  • Bla.. bla.. bla.. yang lain.. 

ya karena memang aku belum berpengalaman dan lagi aku belum punya seorang penasehat bisnis yang seharusnya aku miliki agar bisa aku jadikan tempat mengadu dan mencari solusi.

Fix, akupun depresi berat.. lebih berat dari sekedar ditinggal pacar yang udah kita pacarin bertahun-tahun, kita bela-belain habis-habisan, kuliah kita bayarin, kerja kita modalin ternyata malah kawin sama orang lain. Semacam perih pedih tapi tak berdarah.

Memulai Bisnis Tas Souvenir

Pada akhirnya Tuhanlah satu-satunya tempat untuk kembali dan berserah diri. Hingga disuatu sore aku merasa cukup jenuh dirumah dan sangat ingin keluar entah kemana. Tak ambil pusing cari kunci motor dan cus..
20 menit kemudian sampailah aku dirumah temen yang dulu menjadi tempat kami ngumpul dimasa SMA. Datang, masuk nyapa orang-orang rumah, masuk dapur dan bikin teh anget (Bukan kurang ajar, dirumah ini sudah biasa) lalu duduk diruang tamu dan kembali meratapi nasib.

Tak berselang lama, teman lamaku sebut saja Huda, pulang, dan kamipun mulai ngobrol banyak hal tentang bisnisku yang gagal hingga peluang-peluang bisnis ini itu tanpa disadari semangat berbisnispun kembali berkobar-kobar dan muncul satu kesimpulan kita harus buka usaha lagi. apapun itu dan usaha tas souvenir pun dipilih, sebab di Magetan memang belum ada.

Saat semangat-semangatnya tiba-tiba terhenti dan kembali ketitik awal.. dengan satu pertanyaan fundamental " modalnya darimana ? ".

Ternyata masalah itu tak perlu waktu lama agar bisa di atas oleh Huda, sebab si Huda ini memiliki IQ yang tergolong cerdas ditambah dia punya pengalaman  dalam dunia jual beli barang yang cukup lama dari jualan gorengan hingga kertas (percetakan), sekedar informasi selisih usiaku dengan dia terpaut 4 tahun sehingga pengalaman hidup soal mengatasi permasalahan modal sudah cukup banyak dibandingkan aku yang masih polosss.

Salah satu trik yang diambil adalah DP atau uang muka untuk produksi 50% sehingga cukup untuk menutup biaya produksi dan bisnispun berjalan.

Tapi tak selesai disitu, sebab timbul pertanyaan lagi lalu bagaimana soal 50% sisanya? Pasti kita perlu untuk pengambilan barang dan diberikan ke konsumen kan ? masak ngutang ? itupun kalo boleh

"Ya tinggal cari orderan lagi.." jawab si Huda.. alamak.... aku cuma bisa manggut-manggut.

walaupun setelah itu aku ketar ketir selama berhari-hari, mau lanjut apa tidak bisnis ini?  Modal duit ndak ada, Produk/sample tas souvenirpun tak punya. mau bagaimana coba ?

Tapi ternyata tuhan berkehendak lain.. ada kawan jauh yang ketemu di media sosial dan ternyata punya bisnis sejenis yang sudah berjalan secara sukarela ngasih sample untuk dipasarkan.

Oke masalah produk fixed.

Bisnis Online Tas Souvenir Modal Photoshop

Setelah produk/sample sampai di Magetan kami siap-siap memajangnya dan memasarkannya. Tapi yaa dasarnya awam.. kamipun mati langkah lagi.. dan bingung setelah ini mau ngapain lagi?

Oke.. stagnant... sampai berminggu-minggu. Hingga si Huda menunjukkan sebuah akun Instagram dengan produk dan promo yang dipublish.

Singkatnya kami sepakat untuk mencobanya dan memulai untuk membuat desain-desain baru untuk difoto dipublish.

Kami beli kain 10 Meter waktu itu dengan planning untuk dibuat 5 model tas souvenir disablon dan dipasarkan.

Tapi tak lama setelah itu Huda dipanggil untuk jadi relawan bencana tanah longsor di Ponorogo, ya Huda memang bergabung dengan beberapa organisasi kepemudaan di Magetan ditambah lagi bencana tanah longsor itu masuk kategori bencana nasional. Sementara itu aku yang polos ndak bisa menjahit....

Dan stag lagi...

Setelah kami berkumpul kembali, kamipun membahas tentang kelanjutan bisnis ini...

Ya intinya mau lanjut atau tidak. Gimana tidak. Produk sample belum punya, dan ndak mungkin pakai produk kiriman itu.

Dasarnya si Huda manusia nekat dan hampir Irasional. Satu pertanyaan dari Diapun terlontar. "Bro.. Bisa pasang gambar ini ke Tas pakai Photoshop" sambil menunjuk-nunjuk.
"Bisa" jawab ku singkat, karena itu memang mudah.

Lalu kalian tau apa yang selanjutnya terjadi ?
Tepat kami akhirnya jualan mockup melalui instagram.
Kamipun bagi tugas. Huda bagian Produksi dan Aku Bagian Marketing plus belajar riset bisnis.

Oke. Dari itu aku punya pekerjaan baru yaitu share foto tas ke Instagram Hampir setiap 2 jam sekali, sekali upload minimal 5 foto lengkap dengan hastag-hastag yang berkaitan.

Kedua mencari follower sebanyak-banyaknya. Sebab semakin banyak follower semakin banyak IG kita dilihat orang dan semakin besar kemungkinan produk atau jasa kita dilihat dan dikenal orang.

Yes.. promosi GRATIS...

Lha kalo belum punya follower?
Tenang kalian akan dibantu Hashtag namun ya tetep harus cari follower, simpelnya ya minta temen-temenmu buat follow lah.. hehehehe
dan saat aku sibuk Huda masih nganggur..

Selang kurang lebih sebulan followerpun bertambah dan satu dua orangpun mulai melakukan Call To Action entah DM, chatting WA, SMS bahkan telpon.

Bingung... panik... buta... sebagai pemain baru alias newbie teknis dalam perhitungan harga kami tidak tau. Sama sekali tidak tau...
Dan.. Calon pelangganpun LARI... Kenapa?
Harga yang kami berikan terlampau mahal.

Oke.. sebelum ini berlarut-larut dan kami tidak jadi buka usaha, solusi terbaik kita survei mulai harga bahan, ongkos jahit, ongkos sablon sampai keharga jual. Dan mulai mengkalkulasi HPP (Harga Pokok Produksi)

Aneh ? Ya lagi-lagi aku baru sadar keputusan memulai bisnis tas Souvenir yang kami ambil ini adalah hasil Feelling "kayaknya laku", yang tidak lain tidak bukan bersumber dari insting Huda tapi ya mau bagaimana lagi sudah nyemplung.. main air sekalian..

Singkatnya Kami sudah mengatasi urusan teknis produksi dan harga, namun tak serta merta mengentaskan kita dari masalah. Masalah berikutnya adalah Margin...

Secara teknis kami sudah tau berbagai trik dalam produksi tapi dengan Harga jual yang kami miliki masih terlalu lebar sehingga ketika kami samakan dengan harga dipasaran keuntungan yang kami peroleh saangat kecil ndak sampe 1000 kadang ndak sampai 300.. Oke jika dalam sekali Closing dapet 10000 pcs tas souvenir. Kami masih bisa terima kalo dapat untung 200 rupiah per pcs, tapi beda cerita jika jumlah order tidak tembus 200pcs. Bahkan kurang dari 100.

putar otak lagi...

Solo adalah satu kota yang cukup terkenal kalian tau Jokowi? Ya beliau berasal dari sana.. selain Jokowi dikenal Solo sudah terkenal dengan harga yang murah.. tapi ndak tau kenapa bisa murah.. dan sebagai solusi kami akhirnya terbang ke Solo... hemmm mungkin lebih tepatnya kami Main ke Solo karena jarak Solo dengan Magetan hanya 3 Jam perjalanan naik Bus dan 2 jam naik Motor.. jika jalan tidak macet.

Sampai di Solo Kami berkeliling ke berbagai toko kain dan yaa kami cuma bisa mlongo... harga kainnya memang murah.. bahkan terbilang sangat murah.. ketika di Magetan permeter 10-13 ribu. Di Solo kisaran 8-9 ribuan, jenis kain yang sama.. Ngerii tapi ada yang lebih ngerii yaitu syarat kalau mau dapat harga segitu. Kita harus beli minimal 1 gulung kain dengan panjang 100meteran. Buat Apa? Stock? Duit darimana lagi...

You know... stagnant again.. ya tapi ndak lama, mau ndak mau kami harus kejar target dalam produksi. Ya minimal beli 1 rol. Jangan kurang sebab kalo kurang harga kain berubah jadi lebih mahal.

Genjot Penjualan Dengan Medsos dan Website

Marketingpun di genjot, IG aktif... kami tambah media promosi dengan Facebook dan Website..
website mahal dong, katanya gak punya duit??
Tak perlu modal banyak sebagai pemain lama dalam dunia per-website-an tentu tak sulit. cukup dimulai dengan beli domain souvenirmagetan.com 120rb. Dan pasang dihosting gratisan, websitepun rilis.

Facebook fix dengan memanfaatkan teman-temanku dan teman Huda dan teman dari teman-teman kami sebagai target audiance promosi tas souvenir. Sedangkan website souvenirmagetan.com digunakan untuk membidik orang-orang jauh yang mencari jasa tas souvenir melalui google.com dengan keyword tas blacu, tas souvenir dan tas souvenir di magetan.

Kurang lebih butuh sebulan untuk mempersiapkan facebook dan Website. Sementara IG terus bermain dan Order kecil-kecilanpun sedikit banyak sudah mulai nyantol.. tentu min order 100pcs.

Genjot Penjualan Melalui Iklan

Setelah sebulan IG dan FB sudah menunjukkan hasilnya, permintaan pun mulai naik. Namun website souvenir

magetan kami belum menunjukkan hasil apapun karena memang persaingan di google cukup ketat jadi tidak mudah untuk mencapai halaman 1 dengan kata kunci pesan tas blacu, atau tas blacu murah,.. Saabarr lagiii...

Sabarpun berlanjut sampai 3 bulan sejak website dirilis dan tak kunjung menuai hasil. Kesabaranpun mulai terusik.. waktunya berselancar digoogle dan konsultasi dengan teman-teman untuk mengatasi masalah ini.

Singkatnya.. ada banyak opsi untuk mendongkrak posisi di google dan semua butuh kesabaran ya kalo ndak sabar bisa pasang duit untuk jasa dongkrak dan dari sekian opsi jatuh pada yang berbayar, realistis dan budget-able.

Sekedar info meski sudah ada pemasukan tetaplah berlaku seolah-olah ndak punya duit. Butuh bayar ndak butuh jangan ambil, syukur-syukur ada gratis.. promo/diskon sekecil apapun sikat hahaha

Opsi yang aku ambil adalah beriklan di google Adwords. Tak butuh jutaan untuk iklan disana cukup 200rb dengan membidik kata kunci souvenir magetan, tas blacu, tas souvenir dan beberapa keyword sugesti dari google tak butuh waktu lama hanya butuh 2 Minggu 3 closing dengan total order 5000 pcs tas ditangan. Dan si Huda pusing ketiban kerjaan hahahaha.

Itulah aku dititik awal. Bisnis memang kejam, harus memaksa diri untuk ini itu, bahkan harus rela menolak orderan dengan jumlah tertentu, bukan sombong tapi untuk jaga diri. Modal duit iya, modal tenaga dan pikiran jelas. Misuh, istigfar, maki di maki, komplain dan di komplain sudah biasa, musti sabar.. jadi buat kalian yang ingin memulai bisnis online aku harapkan kalian Saaaaaaaaabaaaar, Pantang Menyerah.. dan Paling penting jangan pernah tinggalkan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar